Friday, February 5, 2010

Indonesia Pengguna Facebook Terbanyak Ke-2 & Termahal Di dunia


Situs jejaring sosial yang lagi trend di dunia sekarang adalah Facebook terutama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga menjadi Negara terbanyak ke-2 pengguna Facebook setelah negara Amerika Serikat (AS). Adapun pengguna Facebook diseluruh dunia mencapai 350 juta dan berdasarkan data dari Inside Facebook yang dikutip emarketer.com jumlah pengguna di AS sejumlah 102 juta pada bulan Januari (naik 4,5 juta bila dibanding pada bulan Desember).

Indonesia menurut catatan lembaga survei dan riset pemasaran Internet menempati urutan kedua, diikuti oleh Filipina. India yang memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di dunia menempati urutan keenam pengguna terbanyak Facebook dengan kenaikan 483 juta pengguna. Rangking dibuat berdasarkan kenaikan pengguna Facebook selama bulan Desember 2009 hingga Januari 2010. Sehubung dengan pesatnya perkembangan pengguna facebook didunia maka akan mendorong perkembangan pasar. Perusahaan yang memasarkan produknya secara online di jejaring sosial semakin tumbuh seperti pemasaran berbayar melalui banner, iklan berbentuk teks dan iklan pencari serta pemasaran melalui Facebook dan MySpace. Peneliti senior dari lembaga yang berkantor pusat di Amerika Serikat (AS) itu memperkirakan, pemasar menghabiskan sekira 800 juta dolar AS pada 2009 untuk pemasaran dalam jejaring sosial, pemasaran dari mulut ke mulut, dan pemasaran percakapan yang tidak termasuk pemasaran melalui jejaring sosial. Jumlah tersebut diperkirakan naik menjadi sejuta dolar AS pada tahun 2010. Uang yang dihabiskan untuk pemasaran melalui jejaring sosial saja senilai 1,2 juta dolar AS pada tahun 2009. Jumlah tersebut diprediksikan naik 7,1 persen pada tahun 2010. Mulai 2010 biaya akan mengarah pada membuat dan mempertahankan halaman penggemar, mengatur promosi atau menjangkau jejaring sosial, dan mengukur dampak keberadaan jejaring sosial pada kondisi dan penjualan merek," tulis Debra Aho WIlliamson dalam laporan yang berjudul "Social Network Ad Spending : 2010 Outlook" seperti dilansir antara melalui Media Massa "Metro Riau" Pekanbaru.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Lembaga Riset Sharing Vision Dimitri Mahayana di Bandung mengatakan bahwa penyedia jasa internet atau sering disebut ISP di Indonesia merupakan salah satu yang terburuk di Asia bahkan di dunia.

Tingginya tarif internet belumlah sebanding dengan layanan, yaitu kecepatan akses data yang memuaskan.Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Riset Sharing Vision Dimitri Mahayana di Bandung.

“Tarif internet di Indonesia itu 300 kali lebih mahal daripada di Jepang. Di sana, tarif layanan termurah dilepas di 0,13 per megabit/detik dollar AS. Di tempat kita, yang paling murah Fastnet, ada di 15 per megabit/detik dollar AS,” tutur dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung ini mengutip data dari riset Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Rata-rata di Indonesia, tarif layanan internet adalah 50 dollar (Rp 550.000 per megabit/detik). Yang jadi masalah, kecepatan akses rata-rata di Indonesia 256 kilobit per detik. Sementara kecepatan akses di Jepang mencapai 93. 693 kilobit/detik. Maka, dari hasil survei Sharing Vision, kondisi ini mengakibatkan tingkat kepuasan dan ketertarikan berlangganan internet menurun. Dari 84 persen menjadi 66 persen pada tahun berikutnya.

“Kalau lambat dan mahal seperti ini ya repot. Ibaratnya dengan negara lain, kita naik sepeda mereka naik Rolls-Royce. Padahal, banyak hal dan ilmu yang bisa kita dapat dari internet,” tuturnya.

Minimnya konten dalam negeri dan lemahnya infrastruktur, yaitu jaringan backbone di Indonesia adalah beberapa penyebab buruknya layanan internet di negara kita.

No comments:

Post a Comment