Friday, March 5, 2010

Tentang Seks Bebas dan Cinta!


Kata Seks Bebas sebenarnya dibuat agar jelas bahwa semua penganutnya bebas memilih pasangannya dengan bebas, bisa berganti-ganti pasangan kapan pun mereka mau, tanpa terikat hubungan perkawinan. Jelas bahwa hubungan macam itu masih tabu di Indonesia, walaupun mulai biasa di kota-kota besar di Indonesia. Tapi pernahkah anda berpikir bahwa ada makna lain yang bisa kita ambil dari kata Seks Bebas itu sendiri. Bukankah itu bisa berarti hubungan seks yang bebas, bebas dari perasaan-perasaan yang akan membebani bila kita melakukannya dalam sebuah keterikatan, entah keterikatan pernikahan atau keterikatan dalam hal cinta secara umum. Bahwa Seks Bebas berarti anda bisa melakukannya dengan seseorang yang anda suka, dan orang tersebut juga mau, lalu bisa mengobrol keesokan harinya tanpa ada perasaan bersalah dan rasa terikat yang biasa akan terjadi dari hubungan seks yang "biasa".

Dari hubungan seks yang "biasa" biasanya anda bahkan akan terikat oleh rasa tanggung jawab terhadap lawan jenis anda, apalagi bila anda adalah kaum Adam, di mana sekarang masih dianggap bahwa dalam sebuah hubungan seks yang tidak terduga pasti ada unsur pemaksaan dari kaum lelaki di dalamnya. Bukankah kita merasa takut bila suatu saat rekan seks kita akan menuntut pertanggungjawaban dari ikatan yang kita buat secara tidak sengaja dari hubungan seks tersebut? Karena itulah seks bebas, bisa saya artikan sebagai seks yang bebas dari rasa-rasa tanggung jawab tersebut, atau dengan kata lain yang lebih jelas, bahwa seks bebas itu dilakukan dengan segala kenikmatan dan keindahan seks itu sendiri tanpa dibebani oleh omong kosong-omong kosong tentang cinta, tanggung-jawab, dan tanpa segala intrik-intrik yang digunakan oleh rekan kita untuk mengikat kita.

Mungkin anda bertanya, bahwa dari definisi saya di atas berarti saya lebih mempersempit lagi definisi seks bebas dari definisi yang dianut pada umumnya. Di mana definisi pada umumnya adalah hubungan seks yang di lakukan pranikah, atau premarital sex, saya persempit lagi menjadi hubungan seks yang hanya sekali-sekali saja, yang menghilangkan segala bentuk dominasi lain di luar seks itu sendiri, sehingga seks itu hanya menjadi sebuah kegiatan penyaluran nafsu antar dua orang berlawanan jenis atau sejenis. Memang itulah tujuan saya, untuk membuat definisi baru tentang seks, seks yang Bebas. Itu berarti saya tidak mengkategorikan pasangan-pasangan muda yang tinggal bersama dalam cinta, namun belum menikah, tidak termasuk dalam kategori saya sebagai penganut seks bebas? Atau seorang gadis yang rela menyerahkan keperawanannya pada pacarnya yang juga masih perjaka sebagai pelaku praktek seks bebas? Atau seorang pria yang menyalurkan nafsunya dengan membayar sejumlah uang kepada pelacur jalanan?Tidak. Saya tegaskan sekali lagi, mereka TIDAK termasuk dalam kategori pelaku seks bebas. Akan saya jelaskan alasannya.

Living Together bukan berarti bebas, karena secara teknis mereka itu menikah, walaupun tanpa upacara. Tanggung jawab mereka besar, mereka harus menahan diri untuk tidak berselingkuh, rasa takut mereka juga besar bila mereka memutuskan untuk tidak mempunyai anak, ketakutan bahwa suatu saat sang perempuan akan hamil tiba-tiba, juga rasa tidak nyaman karena mereka harus bersetubuh dengan alat-alat kontrasepsi, sekalipun hanya tinggal menelan pil KB , tetap saja sang perempuan takut tubuhnya akan melar akibat penggunaan pil KB tersebut. Jadi anda mengerti bukan? Kumpul kebo bukanlah sebuah praktik seks bebas, karena begitu banyak hal yang menginterupsi seks dalam praktek kumpul kebo seperti yang sudah saya ungkapkan di atas: rasa tanggung jawab, rasa takut akan kehamilan, rasa khawatir akan perselingkuhan, dll. Seperti saya katakan, kumpul kebo adalah sebuah pernikahan. Yang membedakannya adalah bahwa ia tidak menggunakan upacara, dan yang lebih penting, proses perceraiannya akan jauh lebih mudah (karena itu banyak pasangan yang menganutnya).

Berikutnya saya akan menjelaskan masalah yang kedua, mengapa hubungan seks antar sang perjaka dan sang perawan yang belum diikat tali pernikahan, tidak saya kategorikan sebagai sebuah praktek seks bebas. Mungkin anda sudah bisa menduga jawabannya. Di manapun, dibelahan dunia manapun, orang tentu ingin mengingat saat pertamanya. Karena itu hubungan seks antara seorang perawan dan seorang perjaka, atau antara perawan dan non perjaka, atau sebaliknya, tentu akan diiringi dengan pertanyaan-pertanyaan sbb: Apakah dia orang yang tepat? Apakah ini akan menyakitkan? Apakah ini mengerikan? Apakah hubungan seks ini akan nikmat? Apakah dia akan bertahan lama? Apakah benar dia masih perawan? Apakah benar kemaluannya sepanjang kata teman-temanku? Apakah aku akan terus berpacaran dengannya sampai ke jenjang pernikahan? Apakah aku akan hamil? Apakah aku dapat memuaskannya? dan pertanyaan-pertanyaan konyol lainnya yang akan mengganggu jalannya hubungan seks itu sendiri.

Mungkin ada beberapa orang yang pertanyaannya muncul setelah mereka berhubungan seks, sebelum mulai berhubungan, pada saat foreplay, atau bahkan pada saat tengah-tengah persetubuhan. Semuanya itu menganggu, mengganggu kemurnian seks itu sendiri. Bahkan pertanyaan-pertanyaan ini juga bisa menggangu pasangan-pasangan yang baru menikah dan akan melakukan malam pertamanya, tapi bukan itu yang akan saya bahas di sini. Jelas bahwa first time sex itu bukan seks yang bebas, melainkan seks yang penuh dengan pertanyaan, penuh dengan keragu-raguan, penuh dengan ketidakpastian, dan sekali lagi saya tekankan, hal-hal seperti itu menginterupsi kemurnian seks.Masalah ketiga, yaitu praktek prostitusi. Apakah termasuk dalam praktek seks bebas? Tidak. Mengapa? Sebagian besar dari anda pasti bertanya-tanya. Mungkin menurut anda hal ini tidak masuk akal, karena dalam praktek prostitusi seorang pelanggan sudah menunaikan tanggung jawabnya dengan cara membayar, dan dengan demikian dia dapat melakukan seks sebebas-bebasnya tanpa beban. Tapi bagaimana jika kita lihat dari sudut pandang si pelacur. Kemungkinannya kecil sekali pelacur tersebut akan menikmatinya seperti sang pelanggan menikmatinya. Mungkin karena pelanggan tersebut terlalu tidak menarik sehingga tidak merangsangnya, bisa juga karena pelacur tersebut sudah bekerja seharian sehingga moodnya berkurang, atau bisa juga karena ia sudah terlalu terbiasa dengan persetubuhan sehingga ia tidak lagi menikmatinya. Kita lihat tidak ada hubungan suka sama suka di sini. Di sini hanya ada hubungan antara pelanggan dan penjual, sang penguasa dengan bawahan, the dominator and the dominated. Hanya itu saja yang terjadi. Seks yang hanya dinikmati oleh satu pihak saja bukanlah murni seks. Mungkin ia akan menjadi murni seks di satu pihak namun hanya akan menjadi sampah, kesakitan, dan rasa jijik dari pihak satunya.

Seks melibatkan dua pihak -atau bisa juga lebih dari dua pihak- agar menjadi seks yang murni. Hal ini sama saja dengan pemerkosaan, hanya saja pihak yang diperkosa sudah menyerahkan dirinya untuk diperkosa. Dan apakah pemerkosaan itu termasuk dalam praktek seks bebas? Jelas tidak! Fucking No! Itu tindak kriminal terhadap jiwa dan raga yang diperkosa, juga pelecehan terhadap arti seks itu sendiri. Pemerkosaan seakan-akan meletakkan hubungan seks di urutan terbawah, setelah necrophilia dan zoophilia. Sama sekali tidak ada keindahan seks di dalamnya, dan malah mengakibatkan penderitaan di pihak lainnya. Tentu saja kata-kata saya barusan tidak akan berlaku bila yang diperkosa ternyata belakangan menikmatinya. Juga kata-kata saya sebelumnya lagi tidak akan berlaku bila pelacur tersebut menikmati pelanggannya, yang sedemikian tampannya sehingga ia tidak harus berpura-pura mencapai orgasme, atau sedemikian cantiknya sehingga ia tidak usah mengkonsumsi viagra lebih dulu. Memang praktek prostitusi bisa juga dikategorikan sebagai seks yang bebas, tapi itu hanya kemungkinan kecil. Saya pribadi tidak akan menganjurkan anda untuk terlibat dalam praktek prostitusi -baik sebagai pelanggan atau penjual- jika anda memang mencari hubungan seks yang murni. Tapi jika anda tidak tertarik dengan pure sex, tidak ada salahnya untuk terlibat.

Dari pernyataan-pernyataan saya di atas, kita bisa ambil beberapa poin penting untuk mengkategorikan apakah sebuah hubungan seks itu murni atau tidak.
1. Ikatan yang terjadi hanya pada saat persetubuhan, dan ikatan tersebut sirna setelah selesai berhubungan seks.
2. Hubungan seks tersebut harus tanpa syarat, tidak boleh ada maksud tertentu di dalamnya.
3. Tidak ada perbedaan kekuasaan di dalamnya. Tidak ada pendominasian dari pihak lain, semuanya rata.
4. Tidak ada ketakutan dan keragu-raguan di dalamnya, hanya murni keindahan seks itu sendiri.

Sekarang setelah anda mendapat garis besar dari tulisan saya, anda mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi dengan perasaan cinta yang selalu dilibatkan dalam sebuah hubungan seks, ke mana rasa sayang yang selalu mengiringi sebuah persetubuhan, ke mana rasa saling memiliki yang selalu mendorong terjadinya sebuah hubungan intim. Dari kata-kata saya di atas anda mungkin sudah menyimpulkan bahwa hubungan seks yang murni menurut saya berarti hanya fisik tanpa melibatkan perasaan. Tidak. Saya tidak bermaksud begitu. Saya tidak mencoba untuk bersikap romantis sekarang, tapi saya juga percaya akan adanya perasaan-perasaan cinta di dalam seks. Lalu mengapa saya menulis topik yang sedemikian kejam di atas, seakan-akan saya mendiskreditkan cinta itu sendiri, seakan-akan saya mendewakan seks tanpa cinta, seakan-akan seks itu hanya penetrasi penis dengan vagina, oral seks, anal seks, dan variasi-variasi seks lainnya. Akan saya jelaskan mengapa.

Menurut saya cinta dan seks adalah dua hal yang terpisah. Bisa dinikmati sebagai satu kesatuan yang utuh, tapi lebih banyak dinikmati sendiri-sendiri dengan caranya sendiri-sendiri. Sepertinya cinta itu adalah krim coklat, sementara seks adalah coklat batang. Anda bisa mencelupkan coklat tersebut ke dalam krim coklat dan memakannya, atau memakannya sendiri-sendiri dan tetap menimbulkan perasaan nikmat. Anda pasti bisa menikmati hubungan seks saja tanpa cinta, atau anda bisa melakukannya dengan pacar anda dan tenggelam dalam lautan cinta, atau anda bisa juga menikmati rasa cinta itu sendiri tanpa seks, merasakan indahnya disayangi dan dipercayai, menikmati rasa memiliki dan rasa tergantung pada orang lain. Itu semua terserah anda.

Seks bisa dimasuki unsur cinta di dalamnya dan bisa jadi akan lebih indah, tapi toh seks itu sendiri tanpa cinta tak akan apa-apa. Tapi tentu saja, sekali lagi saya tegaskan seks dengan cinta tidak termasuk dalam kategori seks bebas. Tidak boleh ada ikatan dalam seks bebas, sedangkan jika anda melakukannya dengan cinta berarti terjadi ikatan di dalamnya yang akan terbawa bahkan sesudah anda selesai berhubungan seks. Anda tidak bisa berpura-pura anda mencintai seseorang ketika anda bersetubuh dengan orang lain, lalu setelah selesai cinta itu hilang dengan sendirinya. Itu hanyalah nafsu yang berkamuflase sebagai cinta, dan jika ini yang terjadi, maka ini tetap termasuk seks bebas. Tapi jika setelah anda melakukan sebuah hubungan seks anda ingin berbaring di sampingnya untuk selamanya, bila anda tetap ingin di sana memandangi wajahnya yang bagi anda seperti seorang dewi, bila anda ingin mengobrol dengannya sampai subuh dan berbagi isi hati dengannya, atau bila anda ingin waktu berhenti saat itu juga agar anda dapat menikmati saat indah ini selamanya, dan juga rasa ketakutan akan kehilangan pasangan anda yang amat sangat, maka anda tidak melakukan seks yang bebas dan seks anda jelas tidak murni. Seks anda telah terkontaminasi oleh sebuah perasaan yang disebut cinta. Dan jika hubungan seks anda tercemari oleh cinta, satu saja kata dari saya: Selamat! Anda mungkin telah memenangkan undian berhadiah dari dewa cinta yang berhadiah pasangan seumur hidup, pasangan di mana anda akan bisa berbagi seluruh rahasia anda tanpa takut akan dikhianati olehnya, pasangan di mana anda akan menghabiskan hari tua anda bersamanya, pasangan yang akan ikut menikmati keindahan dunia ini sepenuhnya bersama anda, dan ikut mengutuk kebobrokan dunia bersama anda.

Anda mungkin telah memperoleh apa yang banyak dicari orang saat ini, yaitu belahan jiwa anda, tulang rusuk anda yang hilang, sumbat untuk menutup lubang-lubang di hati anda. Tapi itu semua hanya mungkin. Anda mungkin menemukan cinta sejati anda saat itu atau mungkin juga anda hanya terbawa perasaan saat itu. Dan jika anda termasuk yang kedua, itu tentu akan sangat menyakitkan. Semakin tinggi anda dilambungkan oleh cinta, akan semakin sakit ketika anda jatuh, tetapi jika anda bisa mengendalikan ketinggian anda, anda juga akan bisa menebak ke mana anda akan jatuh. Tetapi percayalah bahwa it's worth to try, patut untuk dijalani. Minumlah air cinta ini sampai anda mabuk, dan anda akan tidur dan bermimpi indah, lalu bangun dengan segala keindahan dunia menyertai anda atau jika anda tidak beruntung, anda akan bangun dengan penuh kesengsaraan dan sakit kepala yang berkepanjangan. Minumlah air cinta beberapa gelas saja sampai setengah mabuk, dan anda akan tetap terjaga dan tetap bisa menikmati keindahan cinta atau anda akan tertidur dan kehilangan cinta tersebut. Minumlah nol gelas air cinta, dan anda terhindar dari rasa sakit atau anda merugi karenanya. Terserah anda mau pilih yang mana, tapi yang saya coba tekankan di sini adalah bahwa every action has its consequences, dan selama anda berani mengambil resikonya, it's gonna be okay.

Sekarang setelah anda melihat sisi yang lain, anda pasti merasa bahwa tulisan saya di atas adalah tanpa makna, tanpa poin-poin yang jelas, tanpa tujuan, tanpa korelasi antara kata-kata yang satu dan yang lainnya, tanpa ide yang jelas, hanya sekedar rangkaian kata-kata yang tersambung secara acak tanpa urutan. Saya memang hanya menulis sampah di sini, tanpa ada maksud untuk menyinggung kalangan-kalangan tertentu, entah dari kalangan religius, kaum politikus atau kaum homoseksual dan lesbian. Saya terbuka untuk segala macam masukan dari anda semua, kritik, saran, dan caci-maki. Saya bukan orang yang berkepala batu dan saya terbuka untuk segala macam perubahan. Terima kasih

(Sumber :kamasutra-indonesia.blogspot.com)

Thursday, March 4, 2010

SEPULUH ALASAN MENGAPA KITA HARUS PERCAYA PADA KONDOM


1. Kondom efektif untuk mencegah kehamilan, jika digunakan dengan benar dan konsisten

2. Kondom efektif untuk mencegah penularan PMS, termasuk HIV/AIDS dan hepatitis B, jika digunakan dengan benar dan konsisten

3. Kondom lateks dibuat sedemkian rupa sehingga tidak dapat ditembus virus maupun sperma.

4. Kebanyakan kondom tidak dapat robek oleh pemakaian yang benar; jadi perlu sekali penyimpanan yang baik agar tak terjadi kerusakan.

5. Pengujian mutu kondom pada waktu diproduksi sangat ketat persyaratannya.

6. Pengguna kondom dapat mengubah rasa atau mengurangi ketidak-nikmatan dengan menggunakan pelumas/pelicin yang baik (yang berdasar air, bukan minyak).

7. Kondom dalam kemasan foil yang dipajang pada rak penjualan akan tahan sampai lima tahun.

8. Jaminan pengontrolan kualitas pada saat produksi dan sesudahnya membantu kepastian bahwa produk itu layak dipasarkan.

9. Meskipun ketentuan standar tes tentang batas kadaluarsa penggunaan kondom belum dibakukan, Namur berbagai uji coba memperlihatkan bahwa kondom di pasaran cukup berkualitas tahan lama..

10. Beragam zat sintetis yang sedang dicobakan untuk menggantikan lateks (misalnya plastik) memberikan harapan bahwa penggunaan kondom akan meningkat dan diterima khalayak ramai.

HIV DAN KEGIATAN SEKSUAL



KEGIATAN SEKSUAL MANA YANG PALING BAHAYA MENULARKAN HIV?

Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling beresiko menularkan HIV pada orang yang menerima penis. Epitel mukosa (selaput lendir) pada anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibanding epitel dinding vagina, sehingga HIV lebih gampang masuk ke dalam aliran darah.

Dalam hubungan seksual vaginal, perempuan lebih besar resikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Oleh arena cairan mani menetap cukup lama dalam vagina sehingga kesempatan HIV masuk ke dalam aliran darah akan lebih tinggi.

Pada laki-laki yang memasukkan penis ke dalam vagina atau dubur pasangan mereka, ada kemungkinan HIV pada cairan vagina atau darah pasangan mereka masuk ke dalam saluran kencing dan kemudian masuk ke dalam aliran darah.

Semua kegiatan seksual di atas akan lebih aman apabila pasangan tersebut menggunakan kondom.

APAKAH BENAR PEKERJA SEKS SUMBER PENULARAN UTAMA HIV?

Tidak. Walaupun pekerja seks yang terinfeksi bisa menularkan HIV pada langganannya, kita tidak dapat melupakan bahwa mereka sebenarnya juga terinfeksi oleh pelanggannya. Apalagi seperti dikatakan di atas, secara biologis perempuan lebih rentan terhadap virus itu daripada laki-laki pada waktu berhubungan seksual.

Aktivitas mereka dianggap beresiko tinggi karena mereka mempunyai banyak pasangan seksual dan kemungkinan besar pula pasangan mereka mempunyai banyak pasangan seksual. Oleh karena itu mereka lebih besar kemungkinannya (lebih tinggi risikonya) tertular penyakit menular seksual, (PMS), termasuk HIV dan hepatitis B.

Pekerja seks juga sulit menawarkan kondom pada pasangannya, karena kedudukan mereka yang dianggap lebih rendah. Pelanggan lebih bisa mendiktekan kemauannya, termasuk keputusan pemakaian kondom. Oleh karena itu adalah sangat penting bahwa penyuluhan tentang PMS dan HIV/AIDS juga diberikan kepada pelanggan-pelanggan dan bukan hanya kepada pekerja seks.

ABOUT KONDOM



APA ITU KONDOM?

Sudah berabad-abad lamanya, manusia mencoba menggunakan alat pembungkus penis, baik untuk mencegah kehamilan, mencegah penyakit, sebagai hiasan, maupun untuk merangsang penis dan/atau vagina. Penutup penis sejenis kondom sudah ditemukan sejak 1350 SM di Mesir Kuno.

Pada 1564 ahli anatomi Italia bernama Fallopius memperkenalkan pelindung sejenis kondom yang terbuat dari kain linen. Kemudian pelindung dari usus binatang mulai dipopulerkan pada abad ke-18 dan dinamakan “kondom’. Pada saat itu kondom dimasyarakatkan sebagai alat untuk “mencegah penyakit kelamin dan mencegah bertambahnya anak haram”. Dengan ditemukannya karet vulkanis pada tahun 1844, produksi massal kondom dari bahan lateks pun dimulai.

CARA KERJA KONDOM

Kondom dipasang pada penis untuk menahan masuknya air mani ke dalam vagina, sehingga sperma tidak melakukan pembuahan. Ada juga jenis kondom yang diberikan spermisida, yaitu zat pembasmi sperma, tetapi seberapa jauh spermisida ini efektif masih belum jelas.

Kondom bisa terbuat dari karet lateks atau usus hewan. Kondom juga tersedia dalam berbagai ukuran, bentuk, ketebalan, ada tidaknya pelumas, dan ada tidaknya spermisida di luar maupun di dalam kondom. Kondom bisa berbentuk lurus, berputing, berpermukaan biasa atau bergerigi; bisa berpelumas atau tidak berpelumas; bisa berwarna, bening, keputih-putihan, atau berwarna-warni. Pelumas dapat berupa silikon kering, bedak kering, spermisida, atau jelly basah. Hanya 1% kondom yang kini beredar adalah kondom yang terbuat dari usus domba.

Dengan berkembangnya zaman, aneka macam asesori kondom mulai diproduksi di luar negeri, seperti misalnya kondom dengan cincin penahan (Mentor). Ada juga kondom yang dibuat sedemikian rupa kaum perempuan tertarik membelinya. Kondom merk Beyond (produksi Okamoto), misalnya dikemas dalam wadah yang mirip wadah kosmetika, sehingga perempuan tidak takut atau malu dilihat membeli kondom begitu saja.


SPERMISIDA

Ada kondom yang diberikan spermisida, yakni zat yang mematikan sperma. Pada 1982 kondom berspermisida pertama kali dipasarkan di AS, dengan merk dagang Ramses Extra. Kondom ini mengandung 0,5 gram spermisida nonoxynol-9 pada permukaan luar dan bagian dalam. Sperma yang diejakulasi bersama air mani akan segera dinon-aktifkan spermisida tersebut.

Sumber:
Contraceptive Technology 1990-1992
Hatcher, R. A. Stewart, F. Trussell, J. et all. 15th revised ed. New York: Irvington Publishers, Inc. , 1990

TENTANG EFEKTIFITAS KONDOM


MENGAPA KONDOM?
Kondom adalah satu-satunya metode kontrasepsi yang telah terbukti dapat mengurangi resiko penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS. Bagaimana keefektifan kondom lateks dalam mencegah atau mengurangi penularan PMS?

Berdasarkan studi pada orang-orang yang berperilaku seksual berisiko tinggi ditemukan bahwa kurang dari 1 orang yang tertular PMS pada kelompok pengguna kondom. Secara medis dan epidemi diketahui bahwa akan terjadi penurunan penularan PMS di antara para pengguna kondom. Dari studi tersebut juga diketahui bahwa kondom lateks efektif mencegah penyakit menular.


DAPATKAH KONDOM MENYELAMATKAN HIDUP KITA?

Jawabnya adalah pasti. Bila digunakan secara benar dan konsisten, kondom mempunyai peranan penting dalam kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan penyakit menular seksual, termasuk HIV dan Hepatitis B. Penggunaan kondom yang baik akan mengurangi resiko terinfeksi penyakit-penyakit tersebut, bagi mereka yang tidak mampu berpuasa seks.

APAKAH KONDOM EFEKTIF UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT?

Ya. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, kondom lateks sangat efektif dalam pencegahan penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV, karena lubang pori-pori pada kondom lateks terlalu kecil untuk dapat dilalui oleh virus ini. Kondom lateks terbukti efektif untuk mencegah virus dan kuman penyebab herpes simplex, CMV, hepatitis B, chlamydia dan gonorrhea, dan virus HIV.

ADA YANG MENGATAKAN KONDOM ITU KURANG EFEKTIF UNTUK MENCEGAH PENYAKIT. BETULKAH ITU?

Turunnya keefektifan kondom lebih disebabkan pada faktor manusia. Pengetahuan dan penyebaran informasi tentang kondom masih sangat rendah sehingga orang belum menggunakannya secara tepat. Kegagalan kondom lebih sering disebabkan pemakainya tidak menggunakannya dengan benar, dan bukan karena mutu kondom itu sendiri.

Kegagalan penggunaan kondom mungkin disebabkan (antara lain):
1. Penyimpanan kondom yang kurang baik
2. Pemakaian kondom yang sudah kadaluarsa.
3. Pemakaian kondom dalam keadaan mabuk hingga tidak tepat pemakaiannya,
4. Kondom tersebut robek ketika dibuka dari bungkusan.

MENGAPA ORANG TIDAK MAU MENGGUNAKAN KONDOM?

Kebanyakan orang memberikan reaksi emosional atau salah persepsi. Hasil wawancara per telepon dengan responden heterokseksual di beberapa wilayah yang mempunyai angka penderita AIDS tinggi diketahui bahwa, ketidak-percayaan terhadap kondom lebih banyak pada kalangan pria Afrika, Amerika dan yang berpendidikan rendah. 54% responden percaya bahwa kondom kemungkinan rusak pada saat digunakan; 41% mengeluh kekurangan sensasi seksual; 35% merasa tidak nyaman membeli kondom dan 21% merasa tidak nyaman menggunakan kondom.

DAPATKAH VIRUS HIV DAPAT MENEMBUS KONDOM?
Salah persepsi yang seringkali muncul adalah bahwa kondom lateks memiliki pori-pori yang dapat dilalui oleh virus HIV. Peneliitian laboratorium membuktikan bahwa pori-pori pada kondom lateks tidak dapat dilalui oleh mikroorganisma termasuk virus HIV dan sperma.


Kondom yang berpori adalah kondom yang terbuat dari usus domba, yang kini sudah tidak pernah diproduksi lagi.

APAKAH SEMUA JENIS KONDOM AMAN?
Hanya kondom lateks (karet) yang dijamin keamanannya.
Kondom lateks dipastikan dapat menghalangi perpindahan cairan alat kelamin antara pasangan. Kondom lateks dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menahan berbagai organisme kecil dalam cairan tubuh, seperti spermatozoa yang besarnya 0,003 millimeter atau 3000 nanometers, kuman gonorea sebesar 800 nm, trachomatis 200 nm, HIV 125 nm, dan virus hepatitis B 40 nm. Sebuah studi (1992) juga menunjukkan bahwa sekalipun kondom itu berpori, diperkirakan hanya 0,1 mikroliter cairan bisa lewat. Ini sama dengan 0,01% ejakulasi air mani yang hampir bisa dipastikan bebas dari HIV karena demikian kecil jumlahnya.

Sumber : University of California, Februari 1995.

Hitam Lebih Hot ?


Benarkah pria berkulit hitam lebih hot?

Selama ini mitos tersebut masih kerap terdengar di masyarakat dan dihubungkan dengan kemampuan seks pria. Gambaran pria perkasa berkulit gelap ini kerap dihubungkan dengan pria-pria dari ras tertentu. Seperti pria dari Timur Tengah, Negro, atau Amerika Latin. Mereka konon memiliki kemampuan seksual lebih dari rata-rata. Baik dalam hal frekuensi hubungan seks, daya tahan maupun ukuran organ intim. Sesungguhnya sejauh mana kebenaran mengenai mitos pria berkulit gelap ini?


Fisik Lebih Unggul

Tak bisa dipungkiri mitos yang beredar di masyarakat selama ini tentang pria-pria Timur Tengah adalah mengenai kemampuan seks mereka yang konon berlebih. Mitos ini diperkuat dengan kisah-kisah para sultan di Timur Tengah yang memiliki banyak harem. Anekdot atau humor tentang seks pun selalu dikaitkan dengan 'keistimewaan' ukuran organ intim pria Arab.

Menanggapi mitos ini, Dr. Moeslan Saradhawarni, Sp OG MARS mengatakan, tidak benar bahwa pria Arab itu hiperseks. Karena belum ada penelitian tentang ini. Kalau soal ukuran mungkin benar, karena secara fisik orang-orang Arab atau Timur Tengah itu punya kelebihan dan biasanya tubuh mereka tinggi besar. Jadi tak heran kalau organ intim pria Arab atau Timur Tengah itu ukurannya lebih besar dan panjang dari ukuran normal.

Nah, karena 'besar' dianggap pula memiliki nafsu besar serta potensi seks yang juga besar. Pokoknya hiper dalam soal seks. "Padahal belum tentu, kan? Kalau soal ukuran, mungkin ya. Karena itu tadi, secara fisik orang-orang Timur Tengah punya kelebihan," tutur Dr Moeslan.
Selain itu besarnya alat vital pria tak menjamin bisa memberi kepuasan pada wanita, malah justru bisa menjadi malapetaka. Kepuasan hubungan seks tergantung pada proses sebelum melakukan hubungan seks, dan teknik saat melakukannya.


Superioritas Prilaku Seksual Kulit Hitam

Hampir sama dengan stereotip pria Arab adalah pria-pria kulit hitam Amerika atau Negro. Mitos superioritas prilaku seksual pria Negro ini diperkuat dengan banyaknya film biru yang dibintangi oleh aktor-aktor Negro.

Juga fakta kehebatan ras ini di dunia olahraga khususnya basket, tinju dan atletik. Siapa yang tidak kenal dengan nama Michael Jordan, Mike Tyson, Ben Johnson, Maurice Greene atau Leroy Burrell? Mereka adalah para olahragawan dan atlet kelas dunia. Kehebatan mereka di lapangan olahraga, bagai memberi gambaran pula bagaimana primanya stamina pria kulit hitam ini di atas ranjang.

Tapi bukan cuma di kalangan olahragawan, aktor dan penyanyi pria kulit hitam pun kerap dipuja banyak wanita sebagai pria seksi. Aktor Denzel Washington, misalnya, dijuluki sebagai 'Pria Paling Seksi


Sepanjang Masa' oleh majalah People.

Sebenarnya sejauh mana superioritas prilaku seksual pria-pria kulit hitam atau Latin itu? Menanggapi hal ini, Dr Naek L Tobing, seorang seksolog mengatakan, meski belum ada penelitian tentang masalah ini, ia menduga bisa jadi pria Negro memang unggul dalam urusan yang satu itu.

Tapi itu berlaku untuk Negro Amerika, bukan Negro secara umum. Kesimpulan itu ia ambil berdasarkan pada pengalaman sejarah bagaimana kaum kulit hitam itu bisa sampai ke Amerika. Mereka adalah Negro-negro yang telah terseleksi dan teruji kekuatannya. Ini terkait dengan sejarah sistem perbudakan di Amerika.

Para tuan-tuan tanah jelas mencari pria-pria Negro yang tangguh. Dan kerasnya sistem kerja para budak dengan sendirinya membuat seleksi alamiah. Siapa yang kuat, dia yang bisa bertahan hidup. Wajar jika kini mereka merajai dunia olah raga yang mengandalkan fisik. Dan antara kekuatan fisik dengan kemampuan seks ada hubungan erat.

Selain dipengaruhi bakat, menurut Naek, kemampuan seks juga bisa terbentuk dari sikap seseorang. Pikiran tenang, dan perasaan mencintai seks akan membuat seorang pria bisa memaksimalkan kemampuannya. Kalau seseorang mencintai seks tentunya ia akan mencurahkan usaha untuk seksnya.
"Cintai seks, maka bisa perkasa!" tegas Naek. Itu pula yang dilakukan pria-pria Negro Amerika. Mereka memulai aktivitas seksual lebih dini dari pemuda pemuda kulit putih, sehingga kecintaan mereka kepada seks tertanam lebih awal dari ras lainnya. (srtk/rit)

Wednesday, March 3, 2010

Kanker Payudara Ancam Remaja Perokok



Wanita yang saat remaja diketahui menjadi penghisap rokok dikemudian hari akan mengalami resiko yang tinggi terkena kanker payudara. Menurut Dr Janet E Olson dari Mayo Clinic College of Medicine di Rochester Minnesota (AS) mengatakan bahwa resiko kanker payudara dimulai saat sang remaja wanita memutuskan untuk merokok atau tidak.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Olson juga menunjukan bahwa para wanita yang mulai merokok sebelum mengalami kehamilan pertama akan memiliki resiko terkena kanker payudara setelah masa menopause.

Sementara bagi wanita yang mengawali kebiasaan merokok setelah melahirkan anak pertama tidak memiliki kecendrungan terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok.

"Hasil penelitian kami menunjukan bahwa kanker payudara bisa dicegah saat wanita memasuki masa remaja,' jelas Dr. Janet E. Olson.

Dr Olson juga mencataan bahwa target untuk menanggulangi terjadinya kanker payudara pada waniat bisa dicegah saat masih remaja.

Riset juga memberikan hasil yang konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyebut menunda kehamilan akan menaikan resio terkena kanker payudara.

Alasan utama dari konsistensi ini sangat erat kaitanya dengan perkembangan payudara selama kehamilan dan persalinan dimana biasanya wanita memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi mereka.

"Jika wanita menunda kehamilan maka resiko itu akan semakin besar dan bisa lebih merusak jika dikombinasikan dengan kebiasaan mereak merokok,' tandas Dr Olson.

Penelitian sebelumnya menyebut bahwa kebiasan merokok akan membuat seorang wanita memiliki resiko terkena kanker payudara setelah masa `postmenopausal`.

Meski untuk yang satu ini masih diperdebatkan karena penelitian lain menyebut tidak ada hubunganya antara merokok dengan resiko kanker payudara.

Dr Olson dan tim melakukan penyelidikan atas data dari `the Iowa Women's Health Study` dengan kisaran wanita berusia 55 hingga 69 tahun pada tahun 1986 dan kemudian diikuti sampai 1999.

Secara keseluruhan 37,105 wanita diidentifikasi berisiko kanker payudara termasuk 7,095 wanita yang mulai merokok sebelm mereka mengalami kehamilan pertama.

Sementara 4.186 diantaranya merokok setelah kehamilan pertama.

Total dari 2,017 wanita diketahui terkena kanker payudara pada masa studi dilakukan.

Seorang wanita yang mengawali kegiatan merokok sebelum melahirkan pertama akan berisiko 21 persen terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok.

Hasil penelitian Dr Olson dipublikasikan melalui `the journal, Mayo Clinic Proceedings`.

Dr Olson memberikan penekanan bahwa hasil penelitian mereka tidak memberikan pengertian bahwa para wanita yang mulai merokok setelah melahirkan pertama akan masuk dalam kategori sehat.

Karena menurut Dr Olson, merokok bisa menyebabkan banyak masalah pada kesehatan dan sebaiknya dihindari.

Yang Benar Dan Salah Soal Daya Tarik Wanita Di Mata Pria



KapanLagi.com - Selama ini tumbuh steriotipe kalau ada kriteria tertentu yang membuat kaum pria tertarik pada wanita. Namun menurut hasil sebuh polling skala besar yang diadakan oleh psikologis dan sosiologis di sejumlah negara Eropa menemukan kalau sejumlah steriotipe yang berhubungan dengan 'kaum Mars' ini ternyata tak semuanya benar. Berikut beberapa steriotipe yang terbukti salah dan benar menurut polling tersebut:


Pria Lebih Memilih Pasangan Yang Mirip Dengan Ibunya

Salah. Polling tersebut menemukan kalau setengah dari pria yang ikut polling tersebuh menjadikan ibu mereka sebagai model dalam hal feminin dan kekuasan yang tak terbantahkan. Namun, hanya 4% dari pria-pria ini mengaku memilih wanita impian mereka berdasarkan kemiripan dari mantan kekasih atau ibu mereka. Sedang sisanya, 96% yakin kalau steriotipe itu tak masuk akal dan tak sesuai dengan kenyataan.


Para Pria Merasa Cemburu Pada Mantan Kekasih Pasanganya

Benar. Sekitar 67% pria tak pernah menanyakan berapa banyak mantan kekasih pasangannya di masa lalu. Di sisi lain, sekitar 7% pria meminta penjelasan lebih spesifik tentang maslah ini, dan lebih jauh pria semacam ini menyukai mengangkat masalah macam ini untuk saat ini dan nanti.


Para Pria Bermimpi Bertemu Model

Salah. Hanya 2% pria yang mengaku mereka siap merogoh kocek untuk melewatkan semalam bersama seorang model. Sementara itu, 32% percaya kalau para wanita yang memiliki tubuh sempurna kebanyakan tak berotak. Sedang 66% mengatakan wanita bertubuh kurus tak membangkitkan greget mereka, dibanding dengan mata berbinar atau karakter spesial lain yang bisa bikin jatuh hati.


Para Pria Tak Suka Wanita Menonjolkan Diri

Salah. Seorang pria benci melihat kekasihnya berjalan di suatu tempat dengan mengenakan penutup di wajahnya. Tapi beberapa pemakaian kosmetik memberi kesenangan pada mereka. Sebagai contohnya, 40% pria suka melihat wanita menyisir rambutnya, 31% pria suka melihat wanita berpakaian, dan 29% menikmati saat melihat wanita mengoleskan lipstick.


Kebanyakan Pria Suka Wanita Berdada Besar

Salah. Dalam masalah ini ukuran tak jadi soal, demikian menurut survey pada 93% pria. Dada yang lebih kecil terlihat sama seksinya dengan yang besar, dan tak akan pernah jadi masalah dalam seks dan pernikahan. (pravda.ru/erl)

Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual


Kekerasan seksual biasanya menjadi rahasia keluarga yang disimpan rapat. Ada sejumlah situasi yang perlu diperhatikan para orangtua, agar anak terhindar dari kekerasan seksual, di dalam maupun di luar rumahtangga.

Menurut pengamatan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia maupun hasil riset di Barat, pelaku percabulan biasanya adalah orang-orang yang dekat dan dipercaya oleh anak-anak. Data akurat sulit didapat, karena umumnya korban maupun orangtuanya tidak melapor kepada lembaga berwenang.

Ada tipe dan pola yang jelas menyangkut kekerasan seksual terhadap anak-anak ini, baik yang terjadi di dalam maupun di luar keluarga. Dalam buku Human Sexuality terbitan Times Mirror dijelaskan sebagai berikut:

1. Ada perjanjian. Pelaku menjanjikan sesuatu kepada korban. Dalam kasus di Bali itu, anak-anak dijanjikan uang. Sedangkan dalam kasus guru agama, anak-anak ada yang dijanjikan piknik ada pula yang mendapat pelajaran tambahan di rumah.

2. Fase rahasia. “Jangan bilang siapa-siapa!” begitu yang mereka tandaskan kepada anak-anak. Biasanya juga disertai ancaman, sehingga anak-anak takut dan merasa bersalah jika melanggarnya.

3. Tahap penyingkapan. Biasanya terjadi secara tak disengaja, misalnya anak sudah lelah dicabuli lalu berontak, ketahuan anak lain, menderita sakit, atau hamil.
Dengan pola semacam ini, tak heran kalau kekerasan seksual terhadap anak-anak umumnya baru terungkap setelah terjadi berulang-ulang, bahkan bisa bertahun-tahun.

Maka, tanamkan pada anak-anak supaya tidak mudah menerima iming-iming dari orang lain. Kedekatan dan keterbukaan antara anak-orangtua sangat membantu memperkuat ketahanan mental anak.

Efek Jangka Panjang
Bagi para korban kekerasan seksual, apalagi anak-anak, pencabulan itu mendatangkan efek berjangka panjang.

Berbagai studi memperlihatkan, hingga dewasa, anak-anak korban kekerasan seksual biasanya akan memiliki self-esteem (rasa harga diri) rendah, depresi, memendam perasaan bersalah, sulit mempercayai orang lain, kesepian, sulit menjaga membangun hubungan dengan orang lain, dan tidak memiliki minat terhadap seks.

Studi-studi lain bahkan menunjukkan bahwa anak-anak tersebut akhirnya ketika dewasa juga terjerumus ke dalam penggunaan alkohol dan obat terlarang, pelacuran, dan memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan seksual kepada anak-anak. Kepada sebuah stasiun TV, guru agama itu mengaku pernah menjadi korban kekerasan seksual di masa lalu.

Karena itu anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual berhak dan harus mendapatkan pendampingan dan terapi psikologi. Tujuannya adalah supaya mereka dapat mengatasi beban kejiwaan yang berat itu, atau yang lazim disebut stres pasca trauma.

Bila Ayah Sampai Tega
Kekerasan seksual terhadap anak bisa terjadi di dalam rumahtangga, dan pelakunya adalah orang yang harusnya paling melindungi mereka, yaitu ayah. Mengapa seorang ayah sampai tega melakukannya?

Ada beberapa kesimpulan yang diambil oleh peneliti mengenai kasus incest ini. Incest adalah hubungan seksual yang dilakukan di antara orang-orang yang masih terikat hubungan darah/ keluarga. Bisa ayah-anak, kakak-adik, paman-keponakan dan seterusnya.

1. Incest terjadi dalam keluarga utuh, tapi suami isteri mulai saling kehilangan kontak seksual. Kedekatan ayah-anak bertahap, hingga puncaknya terjadi hubungan seksual.

2. Incest terjadi dalam keluarga yang ibunya memiliki self-esteem rendah, tergantung, tidak memiliki keterampilan emosional dalam mendidik anak, sering dipukuli suami, ibu memaksa anak perempuannya mengambil alih tanggungjawabnya.

3. Ayah yang tega melakukan incest memiliki ciri pribadi patriarki (sangat berkuasa).

4. Anak perempuan memandang ibunya jahat dan tidak adil. Boleh jadi sang ibu pernah mengalami kekerasan seksual dan tak mampu memelihara hubungan seksual dengan suaminya.

5. Ada korelasi positif antara kegemaran minum alkohol dan incest. Berbagai studi menemukan antara 15% - 80% pelaku incest adalah pecandu alkohol, dan biasanya alkohol diminum sebelum melakukan perbuatannya.

Perhatikan Perubahan Perilakunya
Ada sejumlah tanda psikis maupun fisik yang terlihat pada anak-anak korban kekerasan seksual.

Tanda-Tanda Psikis:
∑Takut berada sendirian di dekat orang tertentu.
∑Mengalami gangguan tidur seperti mimpi buruk, takut masuk kamar, takut tidur sendiri.
∑Menjadi senstitif dan gampang marah.
∑Lengket dengan orangtuanya.
∑Memiliki rasa takut yang sulit dijelaskan.
∑Sikapnya berubah terhadap sekolah, teman-teman, maupun saudara kandungnya.
∑Sikapnya menjadi lebih kekanak-kanakan (regresi).
∑Pengetahuan seksualnya lebih daripada anak sebayanya.
∑Takut pulang atau lari dari rumah.

Tanda-Tanda Fisik:
∑Sulit duduk maupun berjalan.
∑Kelaminnya gatal atau sakit.
∑Pakaian dalamnya berdarah, sobek atau bernoda.
∑Daerah vagina atau duburnya lecet dan berdarah.
∑Menderita penyakit seksual.
∑Hamil.

Tuesday, March 2, 2010

Menguak Tipe Pria yang Tak Pernah Selingkuh


VIVAnews - Berdasarkan sebuah penelitian, pria yang tergolong cerdas cenderung tidak akan mengkhianati pasangan mereka. Ini merupakan hasil sebuah analisis baru yang menunjukkan tren sosial.



Peneliti di sebuah universitas di Inggris menemukan, pria dengan IQ lebih tinggi akan lebih setia pada pasangannya dan selalu menjunjung tinggi nilai monogami dibandingkan pria lain yang IQ-nya tergolong rendah.

Namun, dari hasil penelitian ini, hubungan antara moralitas seksual konvensional dan intelektualitas tidak tercermin pada wanita. Para peneliti tidak menemukan bukti bahwa wanita yang IQ-nya lebih tinggi memiliki sikap sama seperti pria cerdas dengan IQ tinggi.

Pola-pola kesetiaan justru hanya ditemukan dalam diri pria yang diteliti oleh Dr. Satoshi Kanazawa dari London School of Economics pada jurnal yang dipublikasikan di 'Psikologi Sosial Quarterly' edisi Maret.

Sebagai bagian dari studi, Dr. Kanazawa menganalisis dua survei utama AS yang dipastikan sikap sosial dan IQ dari ribuan remaja dan orang dewasa.

Dia menyimpulkan: "Sebagai analisis empiris menunjukkan, pria yang lebih cerdas cenderung lebih monogami dan selalu menjunjung nilai eksklusivitas seksual dibandingkan dengan pria kurang cerdas alias ber-IQ rendah."

Dr. Kanazawa juga mengklaim, korelasi antara kecerdasan dan monogami pada pria memiliki asal-usul dalam perkembangan evolusioner. Menurutnya, eksklusivitas seksual adalah sebuah "evolusi novel" kualitas yang bermanfaat bagi orang-orang di zaman purba, yang diprogram untuk mengetahui tingkat kesetiaan seseorang.

Dunia modern tidak lagi menganugerahkan keuntungan evolusioner untuk orang-orang yang memiliki beberapa mitra seksual, tetapi hanya orang-orang cerdas yang mampu melepaskan beban psikologis spesies mereka dan mengadopsi cara-cara baru berperilaku.

Berdasrkan studi ini "evolusi novel" merupakan kualitas yang lebih umum di kalangan orang-orang dari kecerdasan yang lebih tinggi.

(Sumber : yahoo.co.id)