Saturday, February 13, 2010

Hari Valentine

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.

Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido(Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawardan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya. Sementara sebagian orang menganggap hari Valentine sebagai momen yang paling sulit, penuh tekanan sekaligus dangkal karena semakin panjang periode sebuah hubungan cinta, semakin besar tekanan yang pasangan itu alami karena menipisnya ide-ide orisinal. [1]

Sejarah Hari Valentine

Perayaan Kesuburan bulan Februari

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahanJanuari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulitkambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Hari Raya Gereja

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:

§ seorang pastur di Roma

§ seorang uskup Interamna (modern Terni)

§ seorang martir di provinsi Romawi Africa.

Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Valentinius

Guru ilmu Agnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan"..."[1].

[sunting]Era abad pertengahan

Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucerpada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa

For this was sent on Seynt Valentyne's day ("Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus")

When every foul cometh there to choose his mate ("Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya")

Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

§ Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".

§ Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.

Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Hari Valentine pada era modern

Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 - 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)

Tradisi Hari Valentine di negara-negara non-Barat

Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.

Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.

Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini menjadi budaya populer di kalangan anak muda. Bentuk perayaannya bermacam-macam, mulai dari saling berbagi kasih dengan pasangan, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung secara materi, dan mengunjungi panti asuhan di mana mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari sesama manusia. Pertokoan dan media (stasiun TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

Suber : Wikipedia.com

Friday, February 12, 2010

Cadar, fenomena fatwa atau tradisi yang di buat – buat

Memakai cadar merupakan sebuah kebanggaan bagi sebagian besar wanita muslim di muka bumi ini, tetapi bagaimana jika cadar disalahgunakan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab ? ini adalah sungguh sebuah perbuatan laknat bukan !

Kasus berikut sungguh terjadi di negeri arab dan di lansir oleh Gulf News sebuah media berita di Arab berbahasa Inggris di kantor berita AFP. Seorang diplomat yang di rahasiakan namanya telah mengalami nasib naas akibat “cadar” pembaca sekalian. Bagaimana tidak, seorang diplomat ini sebenarnya berniat baik untuk meminang seorang gadis. Tapi ternyata di luar perkiraannya ketika sang diplomat ini ingin mencium pasangan hidupnya yang baru saja resmi setelah menandatangi surat pernikahannya, sang diplomat terkejut bukan main ! bukan karena istrinya tak perawan lagi tetapi karena perawakan sang pendamping diplomat ini tak sesuai “pesanan”. Bagaimana tidak, dari bayang – bayang akan menerima gadis elok rupa ternyata wajah dari sang istri memiliki sedikit janggut dan bermata juling ( :D kebayang gak’). Kontan saja diplomat tadi langsung menuntut pihak perempuan tadi dengan denda sebesar 500 dirham (sekitar 1,2 milyar) atas perhiasan dan benda lain yang telah diberikan pada wanita itu. Konon katanya kejadian itu terjadi di karenakan diplomat itu merasa salah nikah dengan perempuan yang katanya tiap bertemu selalu menggunakan cadar itu. Wajahnya juga berbeda dengan yang ada di dalam foto yang di berikan ibu dari “istri tak jadi” tersebut. Akhirnya pengadilan dari Uni Emirat Arab memutuskan untuk membatalkan pernikahan tersebut tetapi sayang, tidak mengabulkan untuk denda tersebut.

Dari kisah di atas memang dapat kita simpulkan bahwa jangan membeli kucing dalam karung tetapi kita juga tak dapat menyangkal bahwa menggunakan cadar tersebut merupakan kebanggaan, malah merupakan kewajiban untuk beberapa aliran. Meskipun begitu masih banyak pula perdebatan mengenai “cadar” tersebut karena merupakan pengaruh dari luar yang masuk dalam masyarakat muslim, meskipun merupakan sebuah anjuran tetapi terbukti bahwa peraturan ini dapat merugikan bahkan kerap peraturan ini di gunakan sebagai antipati terhadap kaum – kaum yang di anggap “kafir”. Jadi, cadar dalam kehidupan modern lebih di anggap sebagai sebuah senjata dibandingkan terhadap fungsi aslinya yaitu sebuah tameng.

(Sumber : id.news.yahoo.com)

Wednesday, February 10, 2010

Pole Dancing, Cara Sehat Untuk Jadi Seksi

KapanLagi.com
- Seorang wanita berlenggak-lenggok dengan berpegangan pada tiang. Dengan gerakan sensual dan menantang, kostum yang dikenakan si penari juga menempel ketat di badannya. Tapi jangan salah sangka, pemandangan ini bukan di strip club, tapi malah di klub kesehatan. Lho? Memangnya lagi ada apa di klub kesehatan? Ternyata wanita tadi sedang belajar pole dancingsebagai salah satu cara baru yang sedang naik daun untuk menurunkan berat badan.

Pole dancing sudah menjadi salah satu alternatif baru sebagai bentuk olah raga yang menjanjikan kesehatan bagi para pesertanya. Tidak hanya itu, teknik yang membutuhkan kekuatan otot, keseimbangan, kelenturan tubuh dan koordinasi yang kuat ini menjanjikan para pesertanya untuk dapat memiliki berbagai keuntungan lain. Selain kesehatan, peserta pole dancing mencari beberapa hal lain yang menjadi daya tarik, antara lain adalah bentuk tubuh yang menjadi lebih seksi, serta kemampuan di atas ranjang yang digosipkan meningkat tajam.

Perlengkapan untuk pole dancing juga tidak terlalu susah, cukup ada tiang yang kokoh dan tidak mudah bergerak, dan yang paling penting dapat menyangga berat badan penari. Perlengkapan pakaian juga tidak terlalu menjadi pusat perhatian, yang penting tidak terlalu licin sehingga dapat membantu si penari bergelayut dengan tangan atau kaki di tiang tadi. Uniknya, banyak penari yang menyarankan menggunakan pakaian yang membuat Anda merasa seksi saat menjalankan pole dancing. Sebab menurut mereka pole dancing bukan hanya sekedar olah raga biasa, tapi merupakan jalan menjadi seksi.

Secara umum, ada banyak hal yang bisa Anda dapatkan ketika mendalami pole dancing, antara lain dikatakan bahwa Anda akan:

1. Mendapat olah raga yang cukup memeras keringat, dan tentunya akan baik bagi jantung.

Gerakan gerakan pole dancing dipastikan akan menguras keringat Anda. Bagaimana tidak?! Seringkali Anda harus bergelayutan di tiang tanpa penyangga selain kekuatan otot Anda sendiri, hal ini tentunya akan membuat otot Anda harus bekerja ekstra keras. Karena bekerja ekstra keras, akibatnya, jantung harus bekerja memompa darah dengan lebih kuat karena kebutuhan oksigen di berbagai otot yang sedang bekerja keras. Selain itu, karena bekerja keras juga, akhirnya kalori yang terbakar akan banyak sehingga tidak dipungkiri, lemak akan terbakar lebih cepat.

2. Membentuk otot, terutama bahu, pantat, paha dan perut

Pole dancing akan memaksa Anda sering bergantungan dan bergelayut hanya menggunakan tangan atau kaki Anda sebagai gantungan di tiang. Sudah dapat dipastikan bahwa otot-otot yang akan bekerja keras adalah otot di bagian paha dan betis, serta tentu saja, lengan, dan kelompok otot yang paling bekerja keras adalah kelompok perut. Karena bagian tersebut adalah bagian yang bekerja keras, maka bagian tubuh tersebut akan dapat mendapat latihan, sehingga akan terbentuk dengan cepat dan lebih sempurna. Dijamin bagian-bagian tadi akan menjadi lebih kencang dan indah, sehingga bentuk badan yang indah sudah hampir dipastikan akan jadi milik Anda!

3. Seksi seksi-seksinya

Banyak yang berkata, seksi atau tidak tergantung dari pikiran Anda sendiri. Dalam pole dancing, selain kita belajar untuk tampil seksi dengan pakaian pilihan kita, gerakan pole dancing tentunya akan membuat kita benar-benar seksi secara fisik. Selain itu, secara psikologis, gerakan pole dancing memang membuat penarinya merasa menjadi luar biasa seksi. Jadi selain secara psikologis Anda tampil seksi, secara fisik anda juga akan tampil seksi juga karena tubuh indah Anda yang terbentuk oleh pole dancing.

O iya, ada beberapa tips yang patut Anda perhatikan sebelum Anda memulai olah raga yang satu ini, antara lain:

1. Pilih pakaian seksi, atau setidaknya tampil seksi, jika bisa hindari baju berlengan, karena Anda membutuhkan lengan untuk menjepit ataupun berpegangan di tiang.

2. Pilih rok atau celana pendek, bahkan hotpants jika perlu, jika Anda berani menggunakan rok ketika menari tentunya. Bukan karena alasan ingin tampil seksi, tapi karena Anda membutuhkan kaki anda untuk bergelayutan di tiang. O ya, jika Anda ingin menggunakan rok, ingat agar menggunakan rok yang tidak ketat, dan ingat, hindari gerakan vertikal terbalik, kecuali memang Anda sengaja untuk memancing si dia.

3. Jangan pergunakan lotion atau minyak ketika Anda menari, Anda tentunya tidak ingin pegangan Anda pada tiang berantakan bukan?

4. Siapkan lagu-lagu seksi untuk menemani Anda menari di tiang nanti.

Lengkaplah penampilan Anda! Ingin coba? Jangan ragu-ragu, nggak ada ruginya bukan bisa tampil sehat dan seksi? Banyak untungnya malah. Selamat mencoba ya! (kpl/ari)

Tuesday, February 9, 2010

Robot Seks Buat Anda


Ingin memiliki fantasi seksual yang berbeda ? kenapa tidak ! karena yang terpenting dalam sebuah hubungan seks merupakan fantasinya. Bagi anda yang penasaran tak perlu menghayal lagi karena sudah diciptakan robot sex pertama di dunia. Tapi bercinta dengan robot ? apakah mungkin ? dan jawabannya adalah ya ….

Menurut pembuatnya mas Douglas Hines dari perusahaan True Companion, Roxxxy, demikian nama robot seks itu diciptakan untuk mereka yang memiliki disfungsi seksual atau mereka yang malu untuk coba – coba (apakah ada buat yang kelainan seksual). Tak tanggung – tanggung robot ini juga dilengkapi dengan tinggi 5 kaki 7 inchi, berat 120 pound dan siap untuk beraksi, imbuh Hines. Dengan anatomi tulang belakang buatan mirip manusia. Wajah, dada, dan rambut yang terbuat dari bahan sintetis membuat robot ini sangat mirip dengan manusia. Apalagi fiturnya, konon robot ini dilengkapi 5 kepribadian yang berbeda. Tapi sayang robot ini tak bisa di ajak jalan – jalan (wah, kalau bisa lebih baik jadi istri dong)

Tapi kalau di hitung – hitung menikah dengan robot termasuk menguntungkan dari segi finansial. Gambarannya seperti ini, biaya yang dikeluarkan para artis untuk pernikahannya sekitar Rp. 2,5 milyar sedangkan Roxxxy bisa di beli dengan harga sekitar $ 7.000 - $ 9.000 (sekitar Rp 64,7 juta – Rp 83,2 juta). Murah kan ! lagipula bukan anda kok yang pertama melakukan pernikahan dengan benda mati, alkisah ada seorang pria bernama Dauveed yang pernah menikah dengan sebuah manequin pada juni 2009 kemarin.

Jadi pilih mana, punya istri yang bisa ngomong tapi ngomelin kita seharian atau punya istri dari mesin yang siaga (siap gaya apa aja) yang gak bakalan marah kalau kita selingkuh (makanya seharusnya para artis kawinnya ma Roxxxy aja dari pada ujung-ujungnya cerai juga).

Penulis : Dani Widodo
Editor : Ranny Agustiani