Thursday, March 4, 2010

ABOUT KONDOM



APA ITU KONDOM?

Sudah berabad-abad lamanya, manusia mencoba menggunakan alat pembungkus penis, baik untuk mencegah kehamilan, mencegah penyakit, sebagai hiasan, maupun untuk merangsang penis dan/atau vagina. Penutup penis sejenis kondom sudah ditemukan sejak 1350 SM di Mesir Kuno.

Pada 1564 ahli anatomi Italia bernama Fallopius memperkenalkan pelindung sejenis kondom yang terbuat dari kain linen. Kemudian pelindung dari usus binatang mulai dipopulerkan pada abad ke-18 dan dinamakan “kondom’. Pada saat itu kondom dimasyarakatkan sebagai alat untuk “mencegah penyakit kelamin dan mencegah bertambahnya anak haram”. Dengan ditemukannya karet vulkanis pada tahun 1844, produksi massal kondom dari bahan lateks pun dimulai.

CARA KERJA KONDOM

Kondom dipasang pada penis untuk menahan masuknya air mani ke dalam vagina, sehingga sperma tidak melakukan pembuahan. Ada juga jenis kondom yang diberikan spermisida, yaitu zat pembasmi sperma, tetapi seberapa jauh spermisida ini efektif masih belum jelas.

Kondom bisa terbuat dari karet lateks atau usus hewan. Kondom juga tersedia dalam berbagai ukuran, bentuk, ketebalan, ada tidaknya pelumas, dan ada tidaknya spermisida di luar maupun di dalam kondom. Kondom bisa berbentuk lurus, berputing, berpermukaan biasa atau bergerigi; bisa berpelumas atau tidak berpelumas; bisa berwarna, bening, keputih-putihan, atau berwarna-warni. Pelumas dapat berupa silikon kering, bedak kering, spermisida, atau jelly basah. Hanya 1% kondom yang kini beredar adalah kondom yang terbuat dari usus domba.

Dengan berkembangnya zaman, aneka macam asesori kondom mulai diproduksi di luar negeri, seperti misalnya kondom dengan cincin penahan (Mentor). Ada juga kondom yang dibuat sedemikian rupa kaum perempuan tertarik membelinya. Kondom merk Beyond (produksi Okamoto), misalnya dikemas dalam wadah yang mirip wadah kosmetika, sehingga perempuan tidak takut atau malu dilihat membeli kondom begitu saja.


SPERMISIDA

Ada kondom yang diberikan spermisida, yakni zat yang mematikan sperma. Pada 1982 kondom berspermisida pertama kali dipasarkan di AS, dengan merk dagang Ramses Extra. Kondom ini mengandung 0,5 gram spermisida nonoxynol-9 pada permukaan luar dan bagian dalam. Sperma yang diejakulasi bersama air mani akan segera dinon-aktifkan spermisida tersebut.

Sumber:
Contraceptive Technology 1990-1992
Hatcher, R. A. Stewart, F. Trussell, J. et all. 15th revised ed. New York: Irvington Publishers, Inc. , 1990

No comments:

Post a Comment