
KEGIATAN SEKSUAL MANA YANG PALING BAHAYA MENULARKAN HIV?
Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling beresiko menularkan HIV pada orang yang menerima penis. Epitel mukosa (selaput lendir) pada anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibanding epitel dinding vagina, sehingga HIV lebih gampang masuk ke dalam aliran darah.
Dalam hubungan seksual vaginal, perempuan lebih besar resikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Oleh arena cairan mani menetap cukup lama dalam vagina sehingga kesempatan HIV masuk ke dalam aliran darah akan lebih tinggi.
Pada laki-laki yang memasukkan penis ke dalam vagina atau dubur pasangan mereka, ada kemungkinan HIV pada cairan vagina atau darah pasangan mereka masuk ke dalam saluran kencing dan kemudian masuk ke dalam aliran darah.
Semua kegiatan seksual di atas akan lebih aman apabila pasangan tersebut menggunakan kondom.
APAKAH BENAR PEKERJA SEKS SUMBER PENULARAN UTAMA HIV?
Tidak. Walaupun pekerja seks yang terinfeksi bisa menularkan HIV pada langganannya, kita tidak dapat melupakan bahwa mereka sebenarnya juga terinfeksi oleh pelanggannya. Apalagi seperti dikatakan di atas, secara biologis perempuan lebih rentan terhadap virus itu daripada laki-laki pada waktu berhubungan seksual.
Aktivitas mereka dianggap beresiko tinggi karena mereka mempunyai banyak pasangan seksual dan kemungkinan besar pula pasangan mereka mempunyai banyak pasangan seksual. Oleh karena itu mereka lebih besar kemungkinannya (lebih tinggi risikonya) tertular penyakit menular seksual, (PMS), termasuk HIV dan hepatitis B.
Pekerja seks juga sulit menawarkan kondom pada pasangannya, karena kedudukan mereka yang dianggap lebih rendah. Pelanggan lebih bisa mendiktekan kemauannya, termasuk keputusan pemakaian kondom. Oleh karena itu adalah sangat penting bahwa penyuluhan tentang PMS dan HIV/AIDS juga diberikan kepada pelanggan-pelanggan dan bukan hanya kepada pekerja seks.

No comments:
Post a Comment